Kebakaranhutan dan lahan yang membara di seluruh kawasan Eropa selatan mulai meruyak pada bulan lalu - apakah itu dipicu faktor alami oleh sambaran petir maupun akibat pembakaran sengaja oleh
Pemilikwarung nasi lesehan di kawasan Punclut Kelurahan Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap tak khawatir berjualan di tepi jurang, menyusul insiden ambruknya warung nasi Bu Neneng Minggu malam.
Beberapahari yang lalu terjadi kebakaran kawasan warung lesehan di jalan dekat Stasiun Malang. Terjadi pada malam hari, saat orang-orang sedang lelap tidur. Aku mengetahui berita itu melalui Berita p
Kebakaranhutan di Amazon, Brasil, disebut seburuk yang pernah terjadi sepuluh tahun lalu. Sejumlah peneliti dan pakar kehutanan menyebut deforestasi Amazon saat ini persis dengan kejadian yang
KotaMetro-- Telah terjadi Kebakaran di Warung Lesehan Hanania tepatnya di Jalan Dr. Sutomo Perempatan 28, Purwosari, Metro Utara, Kota Metro, Senin Lewati ke konten Januari 22, 2022
Beberapahari yang lalu terjadi ke-bakaran kawasan warung lesehan di jalan dekat stasiun Kota Lama, Kerta Asih. Kebakaran tersebut terjadi pada malam hari saat orang-orang sedang lelap tertidur. Aku mengetahui berita itu melaui berita pagi yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi. Saat melihat acaranya, aku sedang bersiap-siap ke sekolah
NpaDF5h. dilalap sijago merah, Warung Lesehan Mitra 91 hangus terbakar, Minggu 19/06/2022 dini hari. Diduga kebakaran itu, berasal dari konsleting listrik. Sehingga, menimbulkan percikan api dan menghanguskan warung yang berada. Di Jalan Mitra Batik Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya tersebut. Kapolsek Indihiang, Polres Tasikmalaya Kota AKP H. Iwan, Mengatakan, kebakaran yang terjadi diketahui, sekitar pukul WIB dini hari. Dari hasil keterangan saksi, diketahui saat didalam rumah mendengar, suara percikan api. Kemudian, dicek dan ternyata dari Warung Lesehan Mitra 91 dan api sudah membesar. “Kemudian, pemilik warung dan warga menghubungi Pemadam Kebakaran. Api dengan cepat dapat dijinakan oleh Damkar. Sumber api, menurut keterangan beberapa saksi diduga akibat dari konsleting listrik,”tuturnya. Selanjutnya, kata Iwan kerugian pemilik warung diperkirakan sekitar 100 juta rupiah. Karena, barang-barang miliknya seperti kulkas 3 unit, freezer, televisi, alat cetak sablon dan roda bubur. Pasanya, semuanya hangus dilalap si jago merah.DN Post Views 561
– Warung Lesehan Yogyakarta yang berada di Jalan Kendalsari, Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mengalami kebakaran. Sebanyak delapan armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada Sabtu 27/8/2022 itu. Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Teguh Budi Wibowo mengatakan bahwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul WIB. Pihaknya langsung menerjunkan delapan armada dengan 18 personel untuk memadamkan kebakaran itu.“Proses pemadaman berlangsung sekitar 90 menit lebih setelah api benar-benar dinyatakan mati. Kami menggunakan sekitar 15 ribu liter air dengan delapan armada,” melakukan pemadaman di Warung Lesehan Yogyakarta Kota Malang. Foto UPT Pemadam Kebakaran Kota MalangDia memaparkan, kebakaran tersebut ditengarai akibat serpihan bara tungku dapur Warung Lesehan Yogyakarta yang mengenai benda mudah terbakar. “Dikonfirmasi dari pemilik, awal mula kebakaran ini terjadi dari tungku,” area warung dengan luas sekitar 500 meter persegi itu hangus usai dilalap si jago merah. Pihaknya belum bisa menafsir jumlah total kerugian yang dialami pemilik itu juga sempat membuat pengunjung dan karyawan warung berhamburan untuk menyelamatkan diri. Namun, pihaknya memastikan bahwa kebakaran itu tak mengakibatkan korban luka maupun korban jiwa. “Alhamdulillah nihil korban dari insiden ini,” M SholehEditor Lizya Kristanti
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID Uslj1l6nFceqi78cmAKrzunXWjbAYQGtP264vQ7oLIZefOx6k6GkQg==
... sangat tidak mungkin asap Riau bisa sampai ke Malaysia atau Singapura."Pekanbaru ANTARA News - Kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah Perhimpunan Negara Asia Tenggara ASEAN, antara lain Vietnam, Malaysia, Thailand, Kamboja, Laos dan Indonesia, demikian pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration NOAA 18 milik Amerika Serikat AS.Satelit NOAA mendeteksi adanya 490 titik panas hotspot di Vietnam yang diperkirakan sebagai peristiwa kebakaran lahan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB dalam keterangannya pada Sabtu siang menyebutkan, titik panas juga terdeteksi di Malaysia, Thailand, Kamboja dan Laos, sehingga beberapa kawasan di negara-negara tersebut tercemar kabut asap. Sementara itu, Satelit Terra dan Aqua mendeteksi adanya 450 titik panas berada di daratan Sumatera, terbanyak berada di Provinsi Riau, yakni mencapai 402 titik. Selain itu, di daratan Kepulauan Riau terdeksi adanya 23 titik panas, Sumatera Utara 11, Aceh 6, Sumatera Barat 3, Jambi 2, Bengkulu 2 dan Bangka Belitung terpantau satu titik. Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG Stasiun Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo, di Pekanbaru mengatakan bahwa kabut asap dampak kebakaran lahan di Riau tidak akan sampai ke negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Menurut dia, arah angin masih bergerak dari utara hingga timur ke selatan atau berlawanan dengan lokasi dua negara dari Riau. "Itu, makanya sangat tidak mungkin asap Riau bisa sampai ke Malaysia atau Singapura," katanya. Agus menambahkan, kabut asap dampak kebakaran lahan di Riau hanya akan mencemari udara di sekitar Riau termasuk Pekanbaru. *Pewarta Fazar MuhardiEditor Priyambodo RH COPYRIGHT © ANTARA 2014
TANJUNG SELOR - Cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, dalam sepekan terakhir. Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Abdul Haris Zulkarnain menerangkan berdasarkan citra satelit dari Lapan setidaknya tercatat tiga titik api di wilayah Bulungan. Namun ia mengatakan keberadaan titik api di Bulungan belum banyak mengingat puncak musim kemarau belum terjadi. "Dua minggu yang lalu terpantau dua titik api di Bulungan, dan kemarin memang ada satu titik di Tanjung Palas Timur," kata Kepala Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Abdul Haris Zulkarnain, Selasa 3/8/2021. Baca juga Prediksi Juli Masuk Musim Kemarau, Pemkab Berau Rakor Pengendalian Karhutla "Karena memang belum memasuki puncak kemarau, jadi belum banyak titiknya," tambahnya. Pihaknya mengatakan apabila hujan tidak terjadi hingga dua pekan, maka hal tersebut yang perlu diwaspadai akan potensi bertambahnya titik api dan karhutla. "Selama masih ada hujan deras itu tidak ada masalah, tapi kalau sampai dua minggu tidak ada hujan itu yang harus kita waspadai," katanya. Sementara itu Pelaksana Tugas BPBD Bulungan Darmawan mengatakan, kebakaran lahan terjadi di wilayah Desa Sajau Hilir, Tanjung Palas Timur pada Senin kemarin. Baca juga Cuaca di Ibu kota Kalimantan Utara Cenderung Panas, BMKG Sebut Faktor Posisi Matahari Kebakaran yang melanda lahan warga seluas lebih dari 50 Hektar itu, terjadi pada siang hingga malam hari. "Itu di Sajau Hilir ada enam sampai tujuh titik, dia mulai siang kejadiannya sampai malam Jam 2 malam, itu luas karena lebih dari 50 Hektar," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Darmawan. "Itu lahan kosong yang sudah dibersihkan masyarakat, dan tiba-tiba itu muncul api, kita tidak tahu persis awalnya bagaimana," tambahnya. Darmawan mengakui hujan yang turun pada malam hari sangat membantu proses pemadaman, mengingat terbatasnya jumlah personel dan alat kelengkapan yang dimiliki. Baca juga Menyala Sejak Semalam, Kebakaran Lahan di Kariangau Balikpapan Meluas hingga 1 Hektar "Kemarin kita kesulitan karena peralatan kita minim, itu dari siang sampai malam, jadi kita hanya padamkan yang terjangkau selang saja. Dan itu bisa dipadamkan, untung ada hujan, kalau tidak ada hujan angkat tangan juga kita," tuturnya. Lebih lanjut Darmawan mengatakan, bila kebiasaan warga membuka lahan di bulan Juli dan Agustus menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pihaknya pun terus memberikan edukasi kepada warga terkait kebiasaan membuka lahan agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. "Ini memang kebiasaan warga untuk membuka lahan di Bulan Juli Agustus ini, dan kita terus berikan edukasi agar potensi kebakaran lahan ini bisa dihindarkan," ucapnya. *
beberapa hari yang lalu terjadi kebakaran kawasan warung lesehan