Padatahun 1990, Radiapoh mengajukan lamaran ke perusahaan milik DL Sitorus, PT. Torganda dan diterima di bagian koperasi simpan pinjam, sekaligus sebagai pekerja di perusahan sawit tersebut. Ini menjadi titik awal Radiapoh belajar mengenal bisnis. Sembilan tahun berselang, RHS berhenti bekerja di perusahaan tersebut dan mendirikan usaha Koperasisimpan pinjam bisa memberikan solusi bagi setiap orang yang membutuhkan bantuan dalam masalah perekonomian. Dengan alasan tersebut, maka koperasi semakin berkembang dan disukai. Pinjaman koperasi tanpa jaminan memberikan persyaratan yang mudah sehingga setiap orang bisa ikut menjadi anggota dan ikut berkontribusi dalam mengelola koperasi. VolumeUsaha Koperasi Menurut Jenis dan Kecamatan Volume of Cooperatives Working by Type and District 2009 ( 000 Rp ) .. Jumlah KUD, Anggota, Simpanan dan Volume Usaha tiap Kecamatan Number of Village Cooperatives, Members, Savings and Working Volume in Each District 2009. . KoperasiSimpan Pinjam adalah koperasi yang hanya melayani penyimpanan dan peminjaman dana dan mengelola dana yang diberikan anggota koperasi tersebut Beberapahal yang membedakannya dengan lembaga keuangan lainnya seperti koperasi simpan pinjam pada umumnya adalah pada struktur organisasi yang memisahkan pengawas, pengurus, dan pengelola. Berpulangnya DR Sutan Raja DL Sitorus menyisakan cerita bermakna, khususnya Kekayaan Adat Batak. Peti Jenazah (Batang) yang dipesan khusus dari kayu Padakesempatan yang sama, Bupati Toba Poltak Sitorus menyatakan transformasi itu adalah perubahan yang berarti kita ingin koperasi memiliki perubahan untuk ekonomi berkelanjutan. Dikatakannya,ada lima jenis koperasi yakni, koperasi produsen, konsumen, simpan pinjam, jasa, dan pemasaran dan masing masing koperasi dibuat sesuai keperluannya BaruRp 900.000 Koperasi Simpan Pinjam meliputi: Data Master: Unit Kerja Jenis Pinjaman Denda Pinjaman Jasa/Bunga Simpanan Anggota Pengurus Karyawan Kreditur (Pemberi Pinjaman) Data Transaksi: Simpanan Hitung Jasa / Bunga Simpanan Rekapitulasi Simpanan per Anggota Rekapitulasi Simpanan Seluruh Anggota Pinjaman Anggota (Piutang) Angsuran Pinjaman Anggota (Piutang) Pinjaman ke Pihak Luar (Hutang 5riJ. Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam sebagai satu-satunya usaha yang dilaksanakan secara konvensional atau syariah. Koperasi simpan pinjam menyediakan pinjam uang kepada anggota sebagai peminjam berdasarkan perjanjian, yang mewajibkan peminjam untuk melunasi dalam jangka waktu tertentu dan membayar jasa. Koperasi Torus Jaya Mandiri merupakan koperasi simpan pinjam yang memberikan kredit kepada nasabah di wilayah Sangiang, Tangerang. Koperasi ini memiliki nasabah sebanyak 150 orang. Pengelolaan data simpan pinjam masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan kesalahan pencatatan data dan keterlambatan pembuatan laporan. Perancangan ini menggunakan metode waterfall yang digambarkan melalui UML Unified Modelling Language, serta pengimplementasiannya menggunakan bahasa pemrograman PHP berorientasi objek dan menggunakan database PhpMyAdmin. Sistem yang dirancang ini menghasilkan aplikasi simpan pinjam yang memudahkan pengguna dalam pengelolaan data dan pembuatan laporan menjadi lebih cepat, tepat dan akurat. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free 38 AJCSR [Academic Journal of Computer Science Research] e-ISSN 2721 – 3161 Vol. 3 No. 1, Januari 2021 Abstrak — Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam sebagai satu-satunya usaha yang dilaksanakan secara konvensional atau syariah. Koperasi simpan pinjam menyediakan pinjam uang kepada anggota sebagai peminjam berdasarkan perjanjian, yang mewajibkan peminjam untuk melunasi dalam jangka waktu tertentu dan membayar jasa. Koperasi Torus Jaya Mandiri merupakan koperasi simpan pinjam yang memberikan kredit kepada nasabah di wilayah Sangiang, Tangerang. Koperasi ini memiliki nasabah sebanyak 150 orang. Pengelolaan data simpan pinjam masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan kesalahan pencatatan data dan keterlambatan pembuatan laporan. Perancangan ini menggunakan metode waterfall yang digambarkan melalui UML Unified Modelling Language, serta pengimplementasiannya menggunakan bahasa pemrograman PHP berorientasi objek dan menggunakan database PhpMyAdmin. Sistem yang dirancang ini menghasilkan aplikasi simpan pinjam yang memudahkan pengguna dalam pengelolaan data dan pembuatan laporan menjadi lebih cepat, tepat dan akurat. Kata Kunci Sistem informasi, Koperasi Simpan Pinjam, UML, Waterfall Abstract — Cooperative save is a cooperative that conducts the business of saving the loan as the only business that is implemented conventionally or sharia. The cooperative Save loan provides borrow money to members as borrowers based on the agreement, which requires borrowers to pay off within a certain period of time and pay services. The cooperative Torus Jaya Mandiri is a cooperative deposit that gives credit to customers in Sangiang area, Tangerang. The cooperative has a customer of 150 people. Data management of the borrowing is still done manually, resulting in data logging errors and delays in report generation. This design uses a waterfall method that is described through UML Unified Modelling Language, and its implementation uses an object-oriented PHP programming language and uses the PhpMyAdmin database. This designed system generates a lending application that makes it easy for users to manage data and report generation more quickly, precisely and accurately. Keywords Information system, cooperative save borrow, UML, Waterfall I. PENDAHULUAN Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Koperasi memiliki peran penting bagi setiap Lembaga[1] dan anggota yang menjalankannya untuk membangun perekonomian. Salah satunya adalah koperasi simpan pinjam. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 Pasal 1, koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjam sebagai satu-satunya usaha yang dilaksanakan secara konvensional atau syariah. Koperasi simpan pinjam menyediakan pinjam uang kepada anggota sebagai peminjam berdasarkan perjanjian, yang mewajibkan peminjam untuk melunasi dalam jangka waktu tertentu dan membayar jasa. Berdasarkan Publikasi Badan Pusat Statistik Tahun 2018 Nomor Katalog 7206008 yang dirilis pada tanggal 19 juni 2019, koperasi simpan pinjam di Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2015, mengalami peningkatan sebanyak 4139 unit. Dilihat dari perkembangan koperasi di Indonesia, dibutuhkan suatu media teknologi untuk memudahkan anggota dalam proses pengelolaan koperasi. Teknologi berbasis web[2] dapat menjadi pendekatan dalam meningkatkan kinerja koperasi itu sendiri. Koperasi Torus Jaya Mandiri merupakan koperasi simpan pinjam yang memberikan kredit kepada nasabah di wilayah Sangiang, Tangerang. Koperasi ini memiliki nasabah sebanyak 150 orang. Proses registrasi anggota, input data anggota, proses simpan pinjam; input data transaksi simpan pinjam dan input data angsuran, serta pembuatan laporan keuangan masih secara manual. Proses penarikan angsuran dilakukan oleh kolektor dengan cara menagih ke rumah nasabah secara langsung. Kemudian petugas mencatat data transaksi angsuran pada buku manual setiap hari untuk dilaporkan kepada pengelola[3] koperasi. Sistem informasi yang berjalan masih dilakukan secara manual. tanpa di-input ke dalam sistem komputer, sehingga menimbulkan kendala dalam pengolahan dan pelaporan data simpan pinjam dan pembayaran angsuran. Hal tersebut menyebabkan sering terjadi kesalahan dalam penghitungan transaksi harian. Pembuatan laporan keuangan kurang efektif dan membutuhkan waktu yang lama karena banyaknya arsip data yang harus diperiksa satu per satu. II. METODE PENELITIAN A. Sistem Informasi Joko S Dwi Raharjo1, Achmad Sidik2, Nurhayati Marbun31,2,3Sistem Informasi, STMIK Bina Sarana Global, Tangerang Email 1jokodr 2sidik 3nurhayatimarbun96 Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam Berbasis We b Pada Toru s Jay a Ma ndiri 39 AJCSR [Academic Journal of Computer Science Research] e-ISSN 2721 – 3161 Vol. 3 No. 1, Januari 2021 Sistem Informasi[4] kumpulan data yang telah diolah untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang bersifat manajerial yang menghasilkan output berupa laporan-laporan bagi pihak-pihak yang membutuhkan untuk mencapai tujuan bersama. B. Koperasi Koperasi[5] sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang atau badan hukum yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya. C. Tujuan Koperasi Koperasi Simpan Pinjam KSP[6] sekumpulan orang yang bersama-sama sepakat untuk menabung uang mereka untuk membentuk modal yang kemudian dapat dipergunakan secara bersama-sama dengan bunga ringan untuk tujuan produksi atau kesejahteraan. D. Pengolahan Data Pengolahan data[7] rangkaian kegiatan setalah pengumpulan data. Pada tahap ini data mentah yang telah dikumpulkan akan diolah atau dianalisis menjadi informasi yang kemudian digunakan untuk menjawab pertanyaan peneliti. E. OOAD Object Oriented Analysis Design Object Oriented Analysis Design[5] sebuah konsep yang populer dalam pendekatan teknis dengan analisis dan desain untuk membuat sebuah produk, sistem, bisnis, dan lain sebagainya dengan menggunakan paradigma object-oriented. F. Waterfall Waterfall[8] salah satu metode pengembangan sistem yang dilakukan secara berurutan dan berkelanjutan sesuai dengan siklus hidup perangkat lunak. H. Objek Penelitian Peneliti melakukan penelitian di Koperasi Torus Jaya Mandiri yang berlokasi di Jl. Villa Regency 1, Blok NB 8 Sangiang- Tangerang, dengan menggunakan metode pengamatan langsung observasi research, metode wawancara interview research dan metode pustaka library research. III. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran umum Objek yang Diteliti Koperasi simpan pinjam Torus Jaya Mandiri adalah memberi kesempatan kepada anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan bunga ringan. Dan menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya. Koperasi simpan pinjam Torus Jaya Mandiri berdiri pada tanggal 20 Maret 2007, berlokasi di Villa Regency 1, Blok NB 8 Sangiang-Tangerang. Koperasi simpan pinjam[9] diwajibkan melaksanakan aturan mengenai peran pengurus, pengawas, manajer dan yang paling penting, rapat anggota[10]. Pengurus berfungsi sebagai pusat pengambil keputusan tinggi, pemberi nasehat dan penjaga berkesinambungannya organisasi dan sebagai orang yang dapat dipercaya. Koperasi Simpan Pinjam Jaya Torus Mandiri telah memiliki struktur kepengurusan sendiri, meski masih menggunakan rumah kontrakan untuk dijadikan kantor. Koperasi Simpan Pinjam Jaya Torus Mandiri telah memberikan sayap usahanya dengan membuka, hal ini dilakukan pengurus demi peningkatan kesejahteraan anggota. B. Use Case yang Berjalan Tata laksana sistem yang berjalan di Koperasi Simpan Pinjam Torus Jaya Mandiri digambarkan dalam Use Case Diagram Gambar 1. Use Case Diagram Sistem Berjalan Pada sistem yang berjalan ada beberapa actor yang terlibat dalam sistem diantaranya adalah anggota, kolektor/kasir, keuangan, pemilik. C. Masalah yang Dihadapi Permasalahan yang dihadapi oleh Koperasi Simpan Pinjam Torus Jaya Mandiri yaitu sebagai berikut 1. Pengelolaan data Koperasi Torus Jaya Mandiri masih bersifat manual, sehingga sering terjadi salah pencatatan. 2. Penarikan angsuran dilakukan dengan cara menagih ke rumah nasabah sehingga membutuhkan waktu yang lama. 3. Data tidak up-to-date. 4. Laporan keuangan tidak dapat disajikan tepat waktu D. Alternatif Pemecahan Masalah Dalam permasalahan yang dihadapi Koperasi Simpan Pinjam Torus Jaya Mandiri maka diberikan solusi pemecahan permasalahan untuk mempermudah dan dapat digunakan sebagai referensi rekomendasi yang tepat dan akurat. Alternatif pemecahan masalah yang diajukan oleh penulis adalah permasalahan pendaftaran anggota, data pengajuan pinjaman, data angsuran, dan pembuatan laporan keuangan yang masih dilakukan secara manual. 40 AJCSR [Academic Journal of Computer Science Research] e-ISSN 2721 – 3161 Vol. 3 No. 1, Januari 2021 Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem berbasis web untuk memudahkan proses transaksi antara angota dengan admin, sehingga dapat menghemat waktu, biaya dan operasional pada Koperasi Torus Jaya Mandiri. E. Use Case Diagram Yang Diusulkan Perancangan Use Case Diagram ini bertujuan untuk menerangkan proses yang dapat dilakukan oleh aktor didalam sistem. Berikut adalah hasil perancangan Use Case Diagram dari sistem yang diusulkan. Gambar 2. Use Case Diagram yang Diusulkan Pada gambar 2 use case diagram, ada beberapa aktor yang terlibat dalam sistem, diantaranya adalah admin, kolektor, bendahara, pemilik. F. Activity Diagram Input Kelola Pinjaman Gambar 3. Activity Diagram Input Kelola Pinjaman User melakukan login kemudian masuk ke halaman home, user memilih menu kelola pinjaman kemudian user mengklik kelola pinjaman maka sistem akan menampilkan data pinjaman nasabah, setelah itu user melakukan penginputan data berdasarkan nama nasabah maka sistem akan menampilkan data pencarian berdasarkan nama nasabah. G. Class Diagram yang Diusulkan Class Diagram merupakan deskripsi kelompok objek-objek dengan property perilaku dan relasi yang sama, class diagram menggambarkan hubungan antara relasi yang saling berkaitan dalam system. Gambar 4. Class Diagram yang Diusulkan H. Rancangan Tampilan Data Pinjaman Gambar 5. Tampilan Data Pinjaman Pada gambar di atas tampilan ini berfungsi untuk melihat data pinjaman. IV. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut 1. Pengelolaan simpan pinjam pada koperasi Torus Jaya Mandiri masih menggunakan tulis tangan dan dituangkan ke pembukuan serta pembuatan laporan masih menggunakan buku besar yang mengakibatkan penyajian laporan memakan waktu yang lama. 2. Sulitnya mencari data transaksi yang dibutuhkan karyawan koperasi pada saat proses kerja terkadang 41 AJCSR [Academic Journal of Computer Science Research] e-ISSN 2721 – 3161 Vol. 3 No. 1, Januari 2021 harus membuka arsip-arsip sebelumnya untuk menemukan data yang dibutuhkan. Oleh karena itu, dengan adanya sistem informasi simpan pinjam berbasis web dapat mempermudah mencari data dan dapat tersimpan dengan aman dan rapi sehingga dapat diakses secara cepat dan mudah. 3. Dengan diterapkan aplikasi sistem informasi simpan pinjam yang berbasis web, maka dapat mempercepat proses pengelolaan data seperti pembuatan registrasi anggota, data angsuran, dan laporan keuangan tersimpan dengan aman. B. Saran Berdasarkan penelitian dan analisa mengenai perancangan sistem informasi koperasi simpan pinjam pada Koperasi Torus Jaya Mandiri Tangerang, maka terdapat beberapa saran yaitu 1. Sebelum program diimplementasikan perlu dilakukan traning kepada user 2. Perlu dilakukan evaluasi dan pemeliharan sistem supaya memenuhi perkembangan kebutuhan user. DAFTAR PUSTAKA [1] MAngga Aditya Permana," Rancangan Informasi Simpan Pinjam Pada Guru Dan Pegawai SMP Negeri 45 Jakarta " Informatika JIKA Universitas Muhammadiyah ISSN 2519-0710Tangerang, Oktober 2017. [2] D. C. P. Buani," Perancangan Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam Studi Kasus Koperasi SMK 18 LPPM RI Sidareja Cilacap," VOL. 3. NO. 1 Agustus 2017. [3] Inggar Saputra1 , Akhmad Saoqillah2," Koperasi Sebagai Soko Guru Penggerak Ekonomi Pancasila," Juni 2017 [4] Gusti Ayu Normaya Sari, Nurul Mahmudah," Koperasi Pegawai Republik Indonesia KPRI Handayani Kabupaten Pemalang," Vol. 6 No. 2 Juni 2017. [5] Erik Maudi 1, Susilowati2," Strategi Koperasi Karya Mandiri Dalam Memperkenalkan Product Knowledge Melalui Event Gowes Pesona Nusantara," Volume 9 No. 1 Maret 2018. [6] Tri Budiyono, Christina Maya Indah Susilowati," TATAKELOLA KOPERASI DI SALATIGA," Fakultas Hukum Universitas Kristen Salatiga," 3, Juli 2017. [7] Yudi Ramdhani, Rein “Sistem Informasi Simpan Pinjam Berbasis Website Koperasi “RikRik Gemi” SMKN 15 Bandung.” ISSN 2355-6579. [8] Eva Rahmawati, Tri Retnasari, Dwie Arifianto. 2016. “Sistem Informasi Simpan Pinjaman Koperasi Berbasis Web.” Jurnal global. ISSN 2442-2436. [9] Syahrul Suci Romadhon1, Desmulyati2," Perancangan Website Sistem Informasi Simpan Pinjam Menggunakan Framework Codeiginter Pada Koperasi Bumi Sejahtera Jakarta," Februari 2019. [10] Rachmat Agusli1, Sutarman2, Suhendri3," Sistem Pakar Identifikasi Tipe Kepribadian Karyawan Menggunakan Metode Certainty Factor." Jurnal Global ISSN 2088 – 1762 Vol. 7 No. 1 / Maret 2017 ... Posisi koperasi Indonesia didominasi oleh koperasi kredit yaitu sebesar 55-60 persen dari keseluruhan aset koperasi [1]. Koperasi Simpan Pinjam merupakan koperasi yang bergerak dibidang usaha simpan pinjam dan menyediakan peminjaman uang kepada anggota dengan perjanjian pelunasan dalam jangka waktu tertentu [2]. Salah satu keuntungan dalam melakukan pinjaman di koperasi adalah kredit bunga yang diberikan koperasi simpan pinjam relatif lebih kecil. ...Koperasi Simpan Pinjam KSP Tamanmartani Sejahtera is an operational savings and loan cooperative that utilizes funds from members in the form of savings and then flows back to members in the form of credit or loans. KSP Tamanmartani Sejahtera's main problem is arrears or customer credit payment delays. If it is allowed to continue, it will make it difficult for cooperatives to develop. One way to reduce delays in credit payments is to select prospective customers selectively. When choosing prospective customers, managers often experience difficulty making credit request decisions. Managers must consider and analyze the background of the credit application. The provision of credit to prospective customers must meet the standard criteria the cooperative sets. Based on these problems, to provide maximum recognition, it is necessary to have a system to help managers determine customer credit decisions. A Decision Support System DSS is a system that can provide information and manipulation data to assist decision-makers. One can use many choices, one of which is the Simple Multi-Attribute Rating Technique SMART. The SMART method can help solve complex problems based on the difficulties encountered in KSP Tamanmartani Sejahtera. The results of this study are The SMART method was successfully implemented into a website-based system and displayed the ranking of customers who deserved to be given a loan. The test results with Black Box testing show the system can run according to a predetermined design. Angga Aditya PermanaPerkembangan komputer sangatlah penting terhadap perkembangan suatu perusahaan, khususnya yang bergerak dalam bidang koperasi simpan pinjam. Pemberian pelayanan yang maksimal kepada para anggotanya merupakan salah satu misi yang dijalankan koperasi ini dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. Sistem informasi yang baik diperlukan untuk membantu dan mengawasi kegiatan simpan pinjam, sehingga dapat mengikuti perkembangan usaha yang sedang berkembang. Koperasi Guru dan Pegawai SMP Negeri 45 Jakarta memerlukan suatu perancangan sistem informasi yang akan membantu karyawannya dalam menangani administrasi simpan pinjam. Pada penelitian ini, suatu sistem komputerisasi simpan pinjam pada Koperasi Guru dan Pegawai SMP Negeri 45 Jakarta yang sesuai berhasil dibuat dan dirancang untuk mendukung berkembangnya koperasi Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam Studi Kasus Koperasi SMK 18 LPPM RI Sidareja CilacapD C P BuaniD. C. P. Buani," Perancangan Sistem Informasi Koperasi Simpan Pinjam Studi Kasus Koperasi SMK 18 LPPM RI Sidareja Cilacap," VOL. 3. NO. 1 Agustus Pegawai Republik Indonesia KPRI Handayani Kabupaten PemalangGusti Ayu Normaya SariNurul MahmudahGusti Ayu Normaya Sari, Nurul Mahmudah," Koperasi Pegawai Republik Indonesia KPRI Handayani Kabupaten Pemalang," Vol. 6 No. 2 Juni Informasi Simpan Pinjam Berbasis Website Koperasi "RikRik Gemi" SMKN 15 BandungYudi RamdhaniRein LantinYudi Ramdhani, Rein "Sistem Informasi Simpan Pinjam Berbasis Website Koperasi "RikRik Gemi" SMKN 15 Bandung." ISSN Informasi Simpan Pinjaman Koperasi Berbasis WebEva RahmawatiTri RetnasariDwie ArifiantoEva Rahmawati, Tri Retnasari, Dwie Arifianto. 2016. "Sistem Informasi Simpan Pinjaman Koperasi Berbasis Web." Jurnal global. ISSN 2442-2436. â€ș Ekonomiâ€șPembayaran Dana Anggota... Pengembalian dana anggota koperasi simpan pinjam bermasalah yang menjadi putusan homologasi penundaan kewajiban pembayaran utang berlarut-larut. Koperasi perlu ditata ulang dengan undang-undang yang baru. Oleh STEFANUS OSA TRIYATNA 3 menit baca ARSIP KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKMGedung Indosurya Cipta merupakan salah satu aset Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta. KSP ini menjadi salah satu koperasi yang dijatuhkan sanksi homologasi PKPU. ARSIP KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKMJAKARTA, KOMPAS — Pembayaran dana anggota delapan koperasi bermasalah sesuai proses homologasi berdasar putusan penundaan kewajiban pembayaran utang atau PKPU berjalan sangat lambat. Tata kelola koperasi yang diatur dalam undang-undang perlu perbaikan untuk mencegah kasus yang sama Koperasi dan Usaha Kecil Menengah UKM Teten Masduki, dalam siaran pers, Selasa 23/3/2025, mengatakan, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Ketua Satuan Tugas Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah, proses pembayaran tahapan homologasi oleh delapan koperasi simpan pinjam KSP yang ditangani Satgas cenderung sangat lambat. Target pembayaran berdasar waktu yang ditetapkan tidak terealisasi. “Kenyataan ini tentu memprihatinkan kami, sekaligus menjadi pertanyaan besar. Bagaimana itikad baik dari pengurus koperasi tersebut untuk mengupayakan proses pembayaran tahapan homologasi itu,” kata juga Koperasi Simpan Pinjam yang Gagal Bayar Terus Didorong Selesaikan PembayaranKeprihatinan itu diungkapkan Teten saat bertukar pandangan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, dan Ketua Mahkamah Agung MA Muhammad Syarifuddin di, Jakarta, Selasa kemarin. Dalam pembicaraan tertutup tersebut, substansi Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU, khususya terkait perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada anggota KSP pada putusan homologasi, menjadi mengatakan, “Kami telah berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang untuk dapat mendukung proses asset based resolution sebagai mekanisme pembayaran homologasi, khususnya terkait koordinasi dalam upaya pencabutan blokir aset-aset berupa lahan atau gedung yang bukan merupakan barang bukti terkait dugaan tindak pidana.”Sebelumnya diberitakan terdapat delapan KSP yang mengalami gagal bayar kepada para anggotanya. Koperasi tersebut adalah KSP Sejahtera Bersama, KSP Indosurya, KSP Pracico Inti Sejahtera, KSP dan Pembiayaan Syariah Pracico Inti Utama, KSP Intidana, Koperasi Jasa Wahana Berkah Sentosa, KSP Lima Garuda, dan KSP Timur Pratama Indonesia. Dana yang harus dikembalikan setiap koperasi bervariasi, dari Rp 400 miliar hingga Rp 8,6 triliun. Total dana diperkirakan Rp 20 koperasi pada umumnya berupa piutang atau tagihan kepada anggota peminjam, aset tetap berupa lahan dan gedung, serta aset lainnya yang berupa harapan Teten, Sofyan menyatakan kesanggupannya untuk mendukung proses asset based resolution. “Tentu nanti kita pelajari satu per satu kasusnya agar aset dimaksud bisa clear and clean,” juga Satgas Gerak Cepat, Koperasi Bermasalah Diminta KooperatifAset koperasi pada umumnya berupa piutang atau tagihan kepada anggota peminjam, aset tetap berupa lahan dan gedung, serta aset lainnya yang berupa investasi. Selain mengupayakan penagihan piutang sebagai sumber pembayaran tahapan homologasi, koperasi dapat menjual aset tetap yang dimilikinya untuk membayar dana anggota berdasar tahapan KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKMPerwakilan anggota Koperasi Simpan Pinjam Indosurya mendatangi Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah bentukan Kementerian Koperasi dan UKM di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM di Jakarta, Jumat 4/2/2022. Mereka mendesak keseriusan Satgas PKB agar mengawal pencairan dana seluruh anggota koperasi. ARSIP KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKMPerlindungan hukumTeten juga mengemukakan bahwa pihaknya meminta perlindungan hukum kepada MA agar hakim di Pengadilan Niaga berhati-hati dan tidak mudah mengabulkan permohonan PKPU/kepailitan yang diajukan koperasi. Dalam mengabulkan kepailitan, harus diperhatikan pula nasib dari ratusan ribu anggota lainnya, mengingat kenyataannya, proses tahapan pembayaran homologasi terhadap delapan koperasi tidak sesuai dengan tahapan yang telah disepakati dalam suatu putusan menurut Syarifuddin, akan melakukan pembinaan kepada hakim Pengadilan Niaga untuk mempertimbangkan secara hati-hati atas permohonan PKPU koperasi. “Kami sudah menerima surat dari Menteri Koperasi dan UKM dan akan menjadi perhatian kami dalam materi pembinaan hakim Pengadilan Niaga terkait hal ini,” koperasiDalam pertemuan itu, Teten juga menyampaikan perlunya mengatur dengan tegas tentang posisi badan hukum koperasi yang selama ini dimasukkan dalam UU Kepailitan/PKPU. Menurut dia, undang-undang ini sebetulnya lebih tepat diberlakukan kepada korporasi daripada koperasi. UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dinilai usang dan tidak memberikan kewenangan yang cukup kepada Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengawasi KSP dengan dana yang dihimpun dalam jumlah besar dan memiliki banyak kantor cabang.“Kami sangat memahami kebutuhan perlunya pengaturan tentang koperasi di dalam UU Kepailitan/PKPU. Ataukah posisi koperasi diatur secara tersendiri di dalam UU Perkoperasian yang baru. Hal ini akan kami koordinasikan, karena menurut saya ini urgent,” ucap juga Puluhan Koperasi Simpan Pinjam Diduga Jalankan Bisnis Pinjaman Daring Ilegal p> In accordance with the principles of cooperatives, Credit Union known as financial institution, as well as serve as an intermediary institution. Credit Unions activities include collecting deposits from members, gives loans to members, other cooperatives and or their members, as well as manage the balance of funding and lending. Based on the study results, it is found that Credit Unions can not rely on collection of funds from the member either in the form of savings, compulsory savings, time deposits. In addition, Credit Unions are also less interested in establishing a partnership with the Bank either through the linkage program and other programs. In an effort to balance of fund and loan portfolio, the manager of more use their experiences in the past, so that utilization is less than optimal. Weak regulation, has made the behavior of the manager of Credit Unions to act like a bank. This research aims to analyze the government's possible strategies to empowering cooperatives as an alternative means of channeling financing after the Covid-19 Pandemic in Indonesia. Basically, cooperatives are business media for enhancing the standard of living in a family, and are referred to as the pillars of the national economy. The study was also carried out in order to provide a regulatory solution regarding the revitalization of cooperatives, in strengthening the organisation, especially in the financial aspect. The normative juridical approach, was used, also known as the doctrinal legal technique. The results showed that the cooperatives required significant organizational changes, such as strengthening the implementation of good governance regulations, conducting financial agreements, as well as managing income and human resources. Furthermore, significant organizational changes were achieved by forming a ministerial regulation, to regulate good governance, enact internal rules, create a code of conduct, and establish a financial system with legal agreement among the cooperative members.

koperasi simpan pinjam dl sitorus