Katana200 SC merupakan insektisida generasi terbaru berbahan aktif flubendiamid untuk mengendalikan hama penggerek batang dan penggulung daun/hama putih palsu pada tanaman padi. 100 EC merupakan insektisida kontak berbahan aktif deltametrin tertinggi (100 g/l) satu-satunya di Indonesia. Dengan dosis 50-80 ml/ha, Inovate 100 EC terbukti
Jadijika menggunakan tangki 14 dan 17 liter maka dosis abacel normal adalah 9 - 10 ml. Namun, jika serangan hama meningkat maka dosis insektisida harus ditambahkan, misalnya untuk tangki 14 liter dosis insektisida ± 15 - 20 ml per tangki. Dalam menggunakan insektisida ataupun fungisida alangkah baiknya tidak langsung ke dalam tangki
dan Tarumingkeng. (2001), insektisida berdasarkan macam bahan kimianya dibagi dalam : 1. Insektisida sintetik 1) Anorganik: garam- garam beracun seperti arsenat, flourida, tembaga sulfat, dan garam merkuri. 2) Organik : a. Organoklorin: Insektisida golongan ini dibuat dari molekul organik dengan. penambahan klorin.
BeliInsektisida Regent Red 50ml Fipronil 50SC Pengendali Hama Tanaman Terbaru July 2022. Telah Dilihat Lebih Dari 1 kali. Beli Produk Peralatan Taman & Luar Ruang di Blibli. ️ 15 hari retur. Beli Insektisida Regent Red 50ml Fipronil 50SC Pengendali Hama Tanaman Terbaru July 2022. Telah Dilihat Lebih Dari 1 kali.
Dosisuntuk 1 tangki 14 liter = 5 x 14 = 70 ml/14 L = 70 ml/tangki. Penghitungan dosis tersebut berlaku juga untuk no 2. Akan tetapi penghitungan dosis untuk no 3 dan no 4 harus ditentukan dulu volume semprotnya. Volume semprot yang biasa dianjurkan adalah 300 L/ha, 400 L/ha dan 500 L/ha. Contoh : No 3 : Dosis 100-200 g/ha —-kita pakai yang 200 g/ha. Volume semprot = 400 L/ha. Kapasitas tangki = 14 liter. Hitung dosis per liter = 200/400 L x 1 L = 0,5 ml/L. Dosis untuk 1 tangki 14 liter
Jadijika menggunakan tangki 14 dan 17 liter maka dosis abacel normal adalah 9 - 10 ml. Namun, jika serangan hama meningkat maka dosis insektisida harus ditambahkan, misalnya untuk tangki 14 liter dosis insektisida ± 15 - 20 ml per tangki. Dalam menggunakan insektisida ataupun fungisida alangkah baiknya tidak langsung ke dalam tangki, melainkan terlebih dahulu dituangkan ke dalam ember yang berisi air dan di aduk dengan merata.
Padalabel kemasan pestisida, ada beberapa satuan dalam menuliskan dosis, antara lain : 3-5 g/L; 3-5 ml/L; 100-200 g/ha; 100-200 ml/ha; Untuk dosis no. 1 dan no. 2, penghitungan dosis dengan mudah dihitung dengan mengkalikan dosis dan kapasitas tangki. Contoh: No 1. : Dosis 3-5 ml/L —- kita pakai yang 5 ml/L. Kapasitas tangki = 14 liter. Dosis untuk 1 tangki 14 liter = 5 x 14 = 70 ml/14 L = 70 ml/tangki
6BAPb. HomeRumah TanggaTamanPupukAtur jumlah dan catatanjumlahStok Total Sisa 10 Insektisida Tangker 500mlKondisi BaruMin. Pemesanan 1 BuahEtalase InsektisidaTANKER 480 SC 500ML*Golongan Insektisida*Cara Kerja Kontak dan Lambung*Untuk Tanaman BAWANG MERAH, CABAI, TOMAT, KENTANG, KUBIS, SEMANGKA, MELON DAN JERUK*Hama Sasaran Ulat Grayak, Ulat gantung, Ulat Krop, Thrips, lalat buah, penggorok daun, kutu daun*Penyemprotan- Rekomendasi Waktu Pagi hari atau sore hari- Rekomendasi Dosis 25ml/tangki 16L- Rekomendasi Lainnya* campurkan dengan perekat dan perata agar obat tercampur dengan air lebih merata dan tidak luntur saat terkena hujan.* Pencegahan/Serangan tidak parah semprot 1x dalam 7-10 hari. Serangan parah 2x dalam 7 hariBahan Aktif SPINOSAD 480g/lAda masalah dengan produk ini?ULASAN PEMBELI
Insektisida Virtako Sebagian besar petani padi pasti tidak asing dengan Insektisida Virtako, Ya memang kemasyhuran insektisida ini sudah tidak perlu di pertanyakan lagi, tetapi ironisnya masih banyak petani yang tidak mengetahui ukuran DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI yang tepat. Banyak sekali kami jumpai petani yang tidak mengetahui ukuran dosis virtako untuk padi yang pas dan sesuai, kebanyakan petani hanya menerka - nerka ukuran dosis virtako. Ketika menggunakan virtako untuk padi, kebanyakan petani mengukur dosisnya dengan menggunakan tutup botol kemasan virtako, padahal ukuran seperti ini belum terjamin ketepatannya. Jika menggunakan insektisida virtako yang tidak sesuai dosis maka efeknya akan negatif, misalnya jika ukuran dosisnya kurang maka daya kerja bahan aktif insektisida Virtako tidak akan maksimal dalam mengendalikan hama sasaran. Dan jika ukuran dosisnya lebih maka akan terjadi pemborosan, karena kita ketahui semua, bahwa harga Virtako yang tergolong mahal. Maka dari itu sangat penting untuk menentukan dengan tepat ukuran dosis virtako untuk padi. Agar ukuran dosis virtako untuk tanaman padi menjadi tepat, maka di perlukan alat ukur pestisida yang berupa mangkuk kecil atau bisa juga menggunakan pipet. Mangkuk kecil untuk ukuran dosis pestisida bisa kita dapat secara percuma dengan membeli insektisida Abacel, Ares, dan lain sebagainya. Tetapi kita juga bisa membelinya di kios kios penjual pestisida. Setelah mempunyai alat ukurnya, maka menentukan dosis virtako untuk tanaman padi akan jadi mudah, dan pastinya sesuai standar penggunaannya. DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI Menurut anjuran pakai yang tertera pada kemasan insektisida virtako, Dosis virtako untuk tanaman padi yang standar adalah 150 ml virtako perhektare. Untuk penyemprotan dengan dosis 150 ml/ha dengan volume semprot standar sekurang - kurangnya 300 liter air perhektar atau kira-kira 20 tangki perhektar untuk tangki semprot ukuran 15 liter. Dengan perhitungan seperti itu maka dosis virtako pertengki 15 liter air membutuhkan 7,5 ml virtako, sedangkan untuk ukuran tengki 17 liter adalah 8 ml virtako. Untuk mencapai hasil yang maksimal dan optimal, volume semprot tidak boleh kurang dari 20 tangki perhektar, karena walaupun virtako bekerja secara sistemik, tetap saja memerlukan pemerataan penyemprotan pada tanaman padi agar mendapatkan hasil yang sempurna. Demikianlah DOSIS VIRTAKO UNTUK TANAMAN PADI semoga tulisan ini bermanfaat, share artikel ini agar tidak terjadi lagi kesia - sia penggunaan virtako. Terimakasih
Dalam mengendalikan wereng Insektisida Plenum 50 WP sudah tidak di ragukan lagi keampuhannya, namun ada sebagian petani yang pernah mencoba menggunakan insektisida plenum tetapi wereng tidak jua mati dan berakhir dengan kesia - siaan. Hal ini bisa terjadi karena Wereng sudah mengalami resistansi terhadap bahan aktif pada insektisida plenum atau juga kemungkinannya petani salah dalam menentukan dosis plenum per tengki nya. Menurut kami, kebanyakan petani salah dalam menentukan dosis plenum per tengki sehingga wereng masih tetap bisa hidup meski telah di semprot menggunakan insektisida ini. Karena Insektisida Plenum 50 WP berbentuk butiran serbuk sehingga menentukan dosis per tengkinya menjadi sedikit menyulitkan bagi para petani dalam mengaplikasikan racun wereng ini. Perlu di ingat!. Bahwa sedahsyat dan seampuh apapun sebuah racun wereng, jika di gunakan kurang dari takaran dosis yang di tetapkan maka hasilnya tidak akan sempurna. Maka diperlukan cara khusus dalam menggunakan insektisida Plenum ataupun insektisida sejenis yang berbentuk tepung atau butiran, sehingga menentukan dosis per tengki nya menjadi lebih mudah. Dosis anjuran pakai plenum sendiri pada tiap hektare sawah adalah 250 - 300 gram / ha, jadi agar mudah menentukan dosis plenum pertangki yang di butuhkan adalah sendok ukur atau gelas sisa kemasan air minaral. Jika anda menggunakan sendok ukur maka gunakan dosis 25 - 30 gram plenum pada tiap tengki semprotnya, dengan asumsi 10 tengki pada 1 hektare sekali aplikasi, namun jika anda tidak mempunyai sendok ukur maka gunakanlah gelas bekas sisa air mineral. Jika anda menggunakan gelas bekas maka ikutilah cara berikut ini dan jangan lupa untuk menyediakan ember wadah sebagai penampung. Ambilah air dengan menggunakan gelas sisa air mineral sebanyak 10 gelas asumsi 10 tengki per hektare, jika lebih tinggal disesuaikan jumlahnya dan masukan kedalam ember, setelah ember terisi oleh air lalu larutkan 250 - 300 gram plenum dan aduk sampai tidak adalagi butiran plenum tersisa. Setelah seluruh butiran plenum larut kedalam air maka gunakanlah satu gelas larutan plenum untuk setiap satu tengki semprot, baik itu tengki ukuran 14 liter atau 17 liter air. Demikianlah Cara Menentukan Dosis Plenum Per Tengki, Semoga bermanfaat. Terimaksaih.
Insektisida Spontan 400SL Insektisida Spontan 400SL adalah insektisida dengan racun kontak dan lambung yang berbentuk pekatan berwarna kuning jernih yang dapat di emulsikan kedalam air. Sudah banyak petani yang menggunakan Insektisida Spontan untuk mengendalikan berbagai macam organisme pengganggu tanaman utama pada lahan pertaniannya. Bahan aktif yang terkandung pada Insektisida Spontan 400SL Dimehipo mampu ber fungsi dengan baik mengendalikan beberapa hama penting yang mengganggu tanaman seperti, wereng coklat pada padi, Penggulung daun pada kedelai, dan lalat penggorok batang pada tanaman jagung. Dengan menggunakan ukuran dosis Spontan yang tepat, hama-hama yang mengganggu tanaman diatas dapat dengan mudah untuk dikendalikan, untuk itu sangat penting untuk menggunakan Spontan dengan tepat. Berikut ini ukuran dosis Spontan pada tanaman yang tepat agar Fungsi insektisida Spontan 400SL dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman menjadi optimal. Padi penggerek batang Tryphoryza incertulas, wereng coklat Nilaparvata lugens, hama putih Nymphula depunctalis, lalat daun Hydrellia philipina, hama putih palsu Cnaphalocrosis medinalis Penyemprotan volume tinggi 0,75 - 1,5 l/ha Jagung belalang Locusta migratoria Penyemprotan volume tinggi 2 - 4 ml/l Kacang hijau penggerek polong Maruca testulalis Penyemprotan volume tinggi 1,5 l/ha Kedelai penggulung daun Lamprosema indicata Penyemprotan volume tinggi 0,375 - 0,75 ml/l Kelap hama Sexava nubila Injeksi batang 10 - 20 ml/pohon Kentang hama pengorok daun liriomyza Huidobrensis Penyemprotan volume tinggi 0,5 - 1 ml/l Cara Penggunaan Insektisida Spontan Cara terbaik menggunakan insektisida ini adalah dengan cara di semprotkan secara langsung ke tanaman yang terdapat hama, karena insektisida ini bersipat kontak, maka larutan cairan harus menyentuh langsung ke hama yang dituju. Dalam penyemprotan larutan dipecah oleh Nozzle cerat, spuyer atau atomizer yang terdapat dalam alat penyemprot sprayer menjadi butiran semprot/droplet. Manfaat dan kelebihan dari Insektisida Spontan 400SL Efek menyeluruh pada tanaman Mencegah dan mengatasi penyakit Cara kerja ganda sehingga mencegah hama lebih efisien Aman bagi tanaman Ekonomis dan terjangkau bagi petani Kualitas yang tetap terjaga dengan baik menjadikan insektisida spontan tetap bertahan meski insektisida kompetitor terus bermunculan, sehingga banyak petani yang tetap menggunakan insektisida terbaik ini.
Unduh PDF Unduh PDF Siapa pun yang banyak berada di luar ruangan saat musim penyebaran nyamuk atau yang memiliki kebun pasti mengetahui pentingnya mengendalikan serangga di sekitar rumah. Namun, tidak semua orang senang menggunakan insektisida kimia sintetis. Untungnya, ada beberapa langkah yang bisa diikuti untuk membuat sendiri insektisida alami di rumah. Sebagian besar “resep” insektisida ini membutuhkan bahan-bahan sederhana yang bisa ditemukan di rumah sehingga mudah dibuat dan efektif membasmi serangga seperti kutu, kumbang, dan tungau. Kuncinya adalah penggunaannya karena agar dapat membunuh secara efektif, serangga harus terkena insektisida secara langsung. Bahan 950 ml air 20 ml sabun cair 2 sendok teh 10 ml minyak mimba atau neem opsional 1 sendok teh 5 ml cuka apel opsional 1 umbi bawang putih, kupas kulitnya 950 ml air, bagi menjadi beberapa bagian 1 ¼ sendok makan 20 ml sabun cair 3 sendok makan 45 gram cabai kering atau 10 buah cabai segar, seperti cabai cayenne, jalapeno, atau habanero 4 liter air Beberapa tetes sabun pencuci piring 1 umbi bawang putih 1 buah bawang bombai kecil 1 sendok teh 5 gram bubuk cabai cayenne atau cabai bubuk biasa 950 ml air 1 sendok makan 15 ml sabun pencuci piring 500 gram daun tomat yang sudah dicacah 950 ml air 1 Carilah lubang pada daun. Ada beberapa jenis serangga yang bermasalah di kebun, termasuk ulat dan kumbang yang menggigiti dan membuat lubang pada daun. Jenis serangga ini dapat menyebabkan kerusakan besar pada tanaman sehingga Anda perlu mengambil langkah untuk membasminya. Selain menggunakan insektisida, Anda juga bisa secara langsung membuang atau membasmi ulat dan kumbang di kebun dengan tangan. Ambil serangga dari tanaman menggunakan jari dan jatuhkan ke dalam ember berisi air sabun.[1] 2 Periksa daun yang mengalami perubahan warna. Warna putih, kuning, atau kecokelatan pada daun dapat menandakan gangguan atau serangan dari serangga seperti tungau atau kutu pada kebun. Kedua serangga tersebut mengisap sari tanaman dan menyebabkan perubahan warna pada daun sehingga tanaman mati. Saat membasmi kutu thrip dan tungau, semprotkan insektisida pada daun, tunas, dan tanah di sekitar tanaman.[2] Kutu thrip merupakan serangga kecil bersayap dengan tubuh ramping. 3 Periksa gangguan atau perubahan bentuk pada daun. Distorsi bentuk seperti daun yang mengeriting atau berbonggol dapat menandakan adanya hama wereng, pianggang, dan kutu di kebun. Serangga-serangga ini mengisap getah tanaman sehingga mengubah bentuk daun dan membuatnya gugur. Serangga seperti ini dapat ditangani dengan menyemprotkan air pada tanaman. Namun, gunakan insektisida untuk gangguan yang lebih serius.[3] 4 Perhatikan titik-titik berwarna hitam, putih, dan kuning pada tanaman. Jamur dan organisme sejenisnya dapat merusak tanaman. Secara spesifik, jamur hitam, embun tepung, dan jamur berbulu dapat menimbulkan bulu-bulu halus atau titik-titik putih pada daun.[4] Masalah ini tidak disebabkan oleh serangga sehingga tidak dapat ditangani dengan insektisida. Langkah terbaik untuk menangani masalah ini adalah mencegah perkembangan jamur dengan menyiram tanaman dari bawah agar dedaunan tidak basah. Cabut daun-daun yang rusak atau menunjukkan tanda-tanda gangguan jamur. 1 Pilihlah air lunak atau air suling. Jenis air yang paling efektif untuk digunakan adalah air lunak. Jika air keran Anda merupakan air lunak, Anda bisa menggunakannya untuk membuat insektisida berbahan dasar sabun. Jika tidak, gunakan air suling dengan kandungan mineral yang sudah dihilangkan. Mineral dalam air sadar membuat sabun tidak dapat larut sehingga semprotan menjadi kurang efektif.[5] 2 Pilihlah sabun pencuci tangan atau sabun pencuci piring. Sabun telah banyak digunakan untuk mengendalikan beragam serangga di kebun. Jenis sabun yang ideal untuk digunakan adalah sabun cair, seperti sabun castile mis. produk Dr. Bronner, sabun cair pencuci tangan, atau sabun pencuci piring mis. Mama Lemon. Hindari sabun bubuk, sabun batangan, dan detergen. Serangga-serangga yang dapat dikendalikan dengan sabun cair adalah[6] Kutu Kumbang Jepang Japanese beetle Tungau laba-laba spider mite Kutu putih Kepik Boxelder Boxelder bug Kutu kebul whitefly Kutu loncat Lipas atau kecoak Serangga sisik 3Campurkan sabun dengan air. Tuangkan air ke dalam mangkuk besar. Tambahkan sabun cair dan aduk campuran secara hati-hati untuk melarutkan sabun dalam air. Jangan mengaduk campuran terlalu cepat atau kuat agar busa tidak sampai muncul. Yang harus Anda lakukan hanya melarutkan sabun dalam air. [7] 4 Masukkan bahan-bahan tambahan jika mau. Ada beberapa bahan yang bisa ditambahkan ke insektisida sabun untuk meningkatkan efektivitasnya dalam membasmi beragam serangga dan masalah di kebun. Dua bahan yang paling terkenal adalah minyak mimba neem poil dan cuka. Minyak mimba merupakan insektisida turunan tanaman yang efektif mengendalikan kumbang, cacing kubis, beet armyworms, agas, dan kutu thrip. [8] Minyak ini juga membuat sisa sabun tetap menempel pada daun, serangga, dan telur-telurnya. Cuka apel efektif melawan embun tepung, penyakit jamur yang memengaruhi banyak tanaman.[9] 5 Pindahkan campuran ke botol semprotan. Masukkan corong ke mulut botol semprotan. Tuangkan campuran sabun ke botol dan lepaskan corong. Pasang kembali penutup botol. Dengan botol semprotan, Anda bisa menggunakan campuran secara langsung pada serangga di tanaman dengan lebih mudah.[10] Untuk menyimpan sisa insektisida, pindahkan campuran ke wadah kedap udara dan tempatkan wadah di tempat bersuhu ruangan hingga maksimal 1 tahun. 1 Buatlah pure bawang putih dengan air suling. Masukkan semua siung bawang putih yang sudah dikuliti ke dalam blender atau alat pemroses makanan. Tambahkan 250 ml air sulit. Haluskan campuran selama 1-2 menit hingga menjadi pasta lembut.[11] Bawang putih mengandung zat belerang yang dapat mengusir berbagai serangga. Dengan menambahkan bawang putih ke dalam insektisida berbahan dasar sabun, Anda bisa membunuh serangga dan mengusirnya agar tidak kembali ke kebun. Jika Anda tidak memiliki blender atau alat pemroses makanan, campurkan bawang putih dan air dalam stoples kaca dan gunakan blender tangan untuk menghaluskannya. Jika Anda tidak memiliki alat penghalus bahan makanan, cincang bawang putih dengan pres bawang atau pisau tajam. 2Tambahkan sisa air. Tuangkan 700 ml air ke dalam blender. Haluskan kembali selama 1-2 menit untuk melembutkan bawang putih dan mencampurkan zat belerang dari bawang putih dengan air. 3 Campurkan sabun dan air bawang putih dalam stoples kaca. Tuangkan air bawang putih ke dalam stoples kaca besar. Tambahkan sabun dan dengan hati-hati aduk campuran. Pastikan Anda hanya melarutkan sabun dengan air dan tidak sampai membuat busa. Pasang kembali tutup stoples jenis sabun yang cocok untuk mengendalikan serangga adalah sabun cair pencuci tangan, sabun castile, dan sabun pencuci piring. 4Diamkan campuran semalaman. Tempatkan stoples berisi campuran di atas meja dan diamkan selama 12-14 jam. Dengan mendiamkannya, bawang putih dapat mengeluarkan zat belerang pengusir serangga dan mencampurkannya dengan air.[12] 5 Saring campuran dan masukkan ke dalam botol. Tempatkan kain saringan tahu cheesecloth di dalam saringan kasa halus, dan masukkan saringan tersebut ke dalam mangkuk besar. Tuangkan campuran bawang putih ke dalam saringan agar air turun ke dalam mangkuk di bawahnya. Setelah itu, pindahkan air bawang putih ke dalam botol semprotan dan pasang tutup botol.[13] Sisa campuran dapat disimpan di dalam wadah kedap udara, di dalam kulkas. Karena mengandung bawang putih, gunakan insektisida ini dalam seminggu.[14] 1Masukkan 4 liter air ke dalam panci. Pastikan panci cukup besar untuk mendidihkan air tanpa tumpah. Anda perlu mendidihkan campuran dalam waktu yang cukup lama.[15] 2Tambahkan 3 sendok makan 15 gram cabai kering atau 10 buah cabai segar yang suda dipotong-potong. Anda bisa menggunakan cabai cayenne, jalapeno, atau habanero atau cabai merah dan cabai rawit biasa. Aduk cabai dengan air.[16] 3 Rebus campuran selama 15 menit. Perebusan mempercepat proses pembuatan insektisida karena panas membantu mengeluarkan minyak cabai dan mencampurkannya dengan air. Perhatikan panci saat merebus cabai kering agar air tidak sampai meluap.[17] Pastikan Anda mengenakan sarung tangan saat memegang cabai. 4 Matikan api dan diamkan campuran selama 24 jam. Air akan bercampur dengan minyak dan kandungan cabai sehingga menjadi mau, Anda tidak perlu merebus cabai dan bisa merendam cabai dalam air selama 36-48 jam.[18] 5Saring cabai dari air menggunakan kain saringan tahu. Tempatkan mangkuk bersih di bawah kain, kemudian tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui saringan. Sekarang hanya ada campuran cabai yang tersisa di dalam mangkuk.[19] 6Tambahkan beberapa tetes sabun pencuci piring. Sabun membantu insektisida agar tetap menempel pada tanaman sehingga dapat bekerja. Anda tidak perlu menambahkan banyak sabun; cukup beberapa tetes saja.[20] 7Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan. Botol semprotan memudahkan Anda saat menggunakan insektisida pada tanaman. Pastikan Anda melabeli botol agar bisa mengingat atau mengetahui isinya.[21] 1Haluskan satu umbi bawang putih hingga menjadi pasta. Kupas bawang dan potong menjadi bagian-bagian kecil. Gunakan lumpang dan alu atau sendok dan mangkuk untuk menghaluskan bawang putih hingga menjadi pasta.[22] 2 Lembutkan bawang bombai kecil hingga menjadi pasta. Kupas bawang dan potong menjadi bagian-bagian kecil. Masukkan potongan-potongan tersebut ke dalam blender dan haluskan.[23] Jika Anda tidak memiliki blender, Anda bisa menghaluskan bawang bombai secara manual menggunakan alat pemotong sayur. 3Campurkan bawang putih dan bawang bombai. Tambahkan pasta bawang putih ke dalam blender dan campurkan kedua bahan. Sekarang Anda memiliki cairan atau pasta kental dari kedua bahan yang sudah dihaluskan.[24] 4 Tambahkan 1 sendok teh 5 gram cabai cayenne bubuk atau cabai bubuk biasa. Campurkan semua bahan hingga Anda tidak memiliki blender, Anda masih bisa mencampurkan bahan-bahan dalam mangkuk besar. 5Tuangkan 950 ml air ke dalam campuran dan diamkan. Biarkan campuran selama 1 jam. Sari bawang putih, bawang bombai, dan cabai akan meresap ke dalam air dan menghasilkan insektisida.[25] 6Saring campuran menggunakan kain saringan tahu. Tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui kain untuk menyaring bahan padat. Sekarang Anda memiliki semangkuk campuran insektisida.[26] 7Tambahkan 1 sendok makan sabun pencuci piring ke dalam campuran. Aduk hingga menjadi insektisida. Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan, kemudian semprotkan pada tanaman.[27] 8Simpan insektisida di dalam kulkas selama maksimal 1 minggu. Tutup dan labeli wadah yang digunakan untuk menyimpan insektisida. Anda perlu mengganti insektisida setiap minggu karena campuran akan kehilangan kekuatannya.[28] 1Tuangkan 475 ml air ke dalam mangkuk besar. Mangkuk harus berukuran cukup besar untuk menampung sekitar 950 ml air. Untuk melindungi meja, alasi mangkuk dengan handuk.[29] 2 Masukkan 500 gram daun tomat ke dalam air. Ada baiknya Anda menggunakan daun tomat yang sudah dicacah dan diambil dari bagian bawah tanaman. Aduk tomat dengan air dan diamkan.[30] Tomat merupakan anggota famili terung-terungan yang menghasilkan zat pengusir kutu alami. 3Biarkan sari tomat meresap dalam air semalaman. Tutupi mangkuk dengan handuk untuk melindungi campuran dari debu, hama, dan kotoran. Sari dari daun tomat akan bercampur dengan air dan menjadi insektisida.[31] 4Saring daun dari campuran menggunakan saringan. Tempatkan mangkuk di bawah saringan, kemudian tuangkan campuran ke dalam mangkuk melalui saringan tersebut. Sekarang Anda memiliki semangkuk campuran air dan daun tomat yang pekat.[32] 5Tambahkan 475 ml air tambahan. Karena insektisida yang dibuat cukup pekat, Anda perlu menambahkan lebih banyak air sebelum digunakan. Aduk air untuk mencampurkan bahan-bahan secara merata.[33] 6Tuangkan campuran ke dalam botol semprotan. Pastikan Anda melabeli botol. Sekarang insektisida sudah siap digunakan.[34] 1Semprotkan tanaman di pagi atau malam hari. Insektisida berbahan dasar sabun perlu disemprotkan secara langsung pada serangga agar dapat bekerja dan agar terkena serangga, Anda perlu menyemprotkannya pada tanaman. Jika Anda melakukan penyemprotan di cuaca yang panas atau di tengah hari, daun tanaman dapat terbakar. Waktu terbaik untuk menggunakan insektisida ini adalah pagi dan malam hari.[35] 2 Jangan semprotkan insektisida pada tanaman yang sensitif terhadap sabun. Beberapa tanaman dapat rusak atau mati akibat sabun, dan Anda tidak boleh menggunakan insektisida berbahan dasar sabun pada varietas tersebut. Beberapa jenis tanaman yang perlu dihindari adalah[36] Kacang manis Ceri Prem Krokot Portulaca Beberapa varietas tomat 3 Uji insektisida pada beberapa daun. Untuk memastikan sabun tidak akan merusak tanaman, penting bagi Anda untuk mengujinya terlebih dahulu pada bagian tanaman yang kecil sebelum menyemprotkannya pada seluruh tanaman. Pilih beberapa daun yang rusak akibat serangga dan semprotkan insektisida pada bagian atas dan bawahnya agar serangga terpapar racun. Diamkan selama 2 hari dan periksa kerusakan pada daun.[37] Jika daun mengalami kerusakan akibat insektisida, encerkan larutan dan uji kembali campuran. Jika daun tampak sehat, semprotkan insektisida pada bagian tanaman yang lebih besar. 4 Larutkan konsentrasi sabun jika perlu. Sebagian besar insektisida berbahan dasar sabun menggunakan larutan sabun berkonsentrasi 2 persen. Untuk tanaman yang menunjukkan reaksi buruk atau rusak saat terkena sbaun, cobalah kurangi konsentrasi sabun menjadi 1 persen. Untuk membuat konsentrasi dari awal, campurkan 950 ml air dengan 2 sendok teh 10 ml sabun cair.[38] Anda juga bisa menambahkan 950 ml air ke dalam larutan sabun 2 persen yang sudah dibuat. 5 Semprotkan insektisida pada serangga. Cari daun dan tanaman yang diserang serangga dan semprotkan campuran pada bagian atas dan bawah daun. Insektisida harus mengenai serangga secara langsung. Jika tidak, campuran tidak dapat bekerja. Semprotkan pula batang tanaman dan tanah jika perlu.[39] Biarkan semprotan menempel pada daun selama beberapa jam. 6Bilas daun dengan air. Setelah beberapa jam, siapkan slang kebun atau botol semprotan berisi air tawar dan semprotkan daun yang sudah dilapisi insektisida. Bilasan ini akan mengangkat sisa larutan sabun dan mencegah kerusakan pada tanaman.[40] 7 Ulangi penanganan seperlunya selama maksimal satu minggu. Karena insektisida harus mengenai serangga secara langsung, Anda mungkin perlu melakukan penyemprotan beberapa kali. Semprotkan tanaman setiap hari selama 4-7 hari, atau hingga semua hama mati.[41] Jika Anda masih melihat hama atau serangga pada tanaman, cobalah buat campuran dengan sabun lain atau gunakan produk insektisida komersial. Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
dosis insektisida spontan per tangki